Jumat, 31 Mei 2013

Memandikan Burung Derkuu / Deruk

Manfaat memandikan derkuku terutama adalah menjaga kesehalan dan kehersihan burung tersebut, terutama kesehatan bulu dan kulit. Kutu dan serangga yang hidup dan berkembang biak pada bulu derkuku menjadi berkurang bila burung sering dimandikan sehingga derkuku menjadi lebih rajin bernyanyi.
Hal ini dikarenakan derkuku tidak sibuk mencari kutu yang menempel di badannya. Di samping itu, dengan sering dimandikan, bulu derkuku akan terlihat lebih mengilap dan dapat menghidarkan burung dari penyakit pilar bulu.
Untuk derkuku bakalan hasil tangkapan dari alam bebas, sebelum dimasukkan ke dalam sangkar sebaiknya dimandikan terlebih dahulu serta diberi tambahan vitamin burung yang banyak terjual di pasaran bebas.
Paling sedikit seminggu sekali sebaiknya burung derkuku dimandikan dengan air leri (air bekas cucian beras) dicampur dengan beberapa macam bunga dan daun-daunan. Bunga mawar merah, mawar putih, melati, daun kelor, dan daun pandan diremas-remas, kemudian dicampurkan ke dalam air leri yang masih berwarna putih dan kental.
Bunga dan daun-daun ini sangat ampuh untuk membasmi kutu dan serangga yang menempel di badan derkuku. Wadah yang dipergunakan sebaiknya yang agak lebar sehingga tidak merusakkan bulu derkuku.
Untuk menghindari agar burung derkuku tidak berontak saat dimandikan, kedua kaki derkuku dijepit di antara jari manis dan jari kelingking, jari telunjuk dan ibu jari menahan leher, sedang jari tengah menahan dada.
Sebelum dicelupkan ke dalam air, badan derkuku dibasahi terlebih dulu. Setelah itu, derkuku dimasukkan secara pelan-pelan ke dalam air pencuci.
Seluruh bulu dibersihkan, kedua sayap dibentangkan secara bergantian di dalam air cucian.Setelah semua bulu bersih, derkuku diangkat dari air leri dan disuapi dengan vitamin sebelum dimasukkan lagi ke dalam sangkar.
Untuk sementara waktu, sangkar yang berisi derkuku yang baru saja dimandikan dan masih basali kuyup digantung di tempat yang teduh. Derkuku dibiarkan terkena angin sampai bulu-bulunya agak kering. Setelah itu, boleh digantang di tempat yang terkena sinar matahari secara langsung.

Ngudang Anak; Nyanyian dan Cerita

Ada beberapa hal yang menarik ketika kita masih kecil yaitu kita dinynyikan lagu pengantar tidur dan beberapa cerita cerita rakyat. mungkin pada jaman sekarang tradisi ngudang anak dengan melakukan tradisi tersebut mulai jarang dilakukan masyarakat. orang tua saat ini cenderung membiarkan saja anak tidur tanpa di kudhang kudang terlebih dahulu. sebenarnya banyak sekali manfaatnya kenapa leluhur kita melakukan hal tersebut, satu diantaranya adalah menciptakan  kedekatan orang tua dengan anak, kemudian juga memberikan pengajaran nilai nilai luhur moral dan etika dengan nyanyian dan cerita, sebagai media bersosial karena biasanya tradisi momong anak diwaktu sore dijadikan ajang berkumpulnya para ibu ibu, dan terciptanya generasi yang sadar akan dari mana ia berasal; JAS MERAH ( jangan sekali kali melupakan sejarah)
Masyarakat Jawa mengakui bahwa warisan yang diciptakan leluhur adalah salah satu budaya yang arif dan adiluhung guna mencapai kesempurnaan hidup.
salah satu nyanyian yang mungkin kita kenal selain tembang tembang macapat juga ada tembang dolanan, cerita rakyat dan sebagainya.

berikut salah satu nyanyian tembang dolanaan  yang mungkin jarang sekali dinyanyikan :

isuk isuk tengak tenguk, isuk isuk tengak tenguk 
lah kae ono bakul gethuk,
reneo bakul gethuk, reneo bakul gethuk
aku tuku sak pincuk

awan awan lungguh dipan, awan awan lungguh dipan
lah kae ono bakul ketan,
reneo bakul ketan, reneo bakul ketan
aku tuku sak rantang

sore sore lenggah bale, sore sore lenggah bale
lah kae ono bakul sate,
reneo bakul sate, reneo bakul sate
aku tuku selawe


masih banyak lagi cerita dan lagu yang dipakai dalam ngudang anak di waktu menjelang tidur.
nah tinggal bagaimana kita pada saat ini menyikapinya.

Tumpeng Kuli

Satu lagi kuliner yang hampir  atau mungkin telah punah, yakni tumpeng kuli. warnanya hitam karena diolah dengan kluwek bukan kunir, isianya seperti nangka, daging kerbau, kacang panjang, telur ayam rebus, taoge dan masih banyak lagi sesuai selera.
nasi tumpeng kuli seperti namanya dibuat biasanya untuk mengirim sanak keluarga maupun kuli kuli yang ada di sawah saat panen tiba. selain untuk makan siang tumpeng kuli ini erat hubunganya juga dijadikan sebagai rrasa syukur atas datangnya panen raya.
dulu tumpeng ini banyak dibuat oleh warga patrol (sirandu).
mungkin banyak orang pemalang yang gak tahu,

Nasi Grombyang Khas Pemalang

 NB : Hal Yang Paling unik dari nasi grombyang dari kuliner lainnya adalah Pesan 1 Mangkuk Pasti Kurang ,  2 Lebih Kekenyangan....kalau tidak percaya anda bisa buktikan taruhan dengan penjualnya...hehehehe...

Sejarah Nasi Grombyang tercipta di daerah Pesatean Pemalang, Pecentusnya ada Almarhum Bugel (sirandu) yang kemudian mempunyai dua orang murid yaitu sekarang H. Warso (kommplek pasar anyar pelutan) dan Waridin (Terminal lama Sirandu). Almarhum Bugel terakhir berjualan di lampu merah perempatan  sirandu yaitu dibekas bangunan koramil lama sirandu yang dipercayakan kepada cucunya yang bernama heri putri dari mirah anak bugel. klo kita lihat tiap sore di warung H. Warso ada nenek nenek pake becak itu adalah istri Bugel yang datang untuk mengambil Royalti atas suaminya. dahulu dinamakan Grombyang Kleneng karena pada waktu mengambil kuahya berbunyi karena benturan kuali dan erus (sendok kuah).
Jika anda punya uang lebih alangkah nikmatnya jika kita memesan nasi grombyang untuk acara acara seperti selamatan, tahlilan,syukuran Dll. dengan memesan grombyang untuk datang ke rumah anda.



    Gambar Grombyang dan Sate grombyang

Kalo dengar kata ini, “Grombyang!!!”apa yang ada dalam benak anda?
Kalo orang jawa, kata ini artinya ekspresi dari panci, wajan, piring, sendok atau barang-barang yang ditempatkan di dapur berjatuhan, Grombyang!, Tapi kalo ternyata ada makanan namanya Nasi Grombyang? apa yang ada dibenak anda?, kalau saya ditanya, saya akan menjawab pasti chef menu ini berisik banget saat meracik. Sama seperti soto gebrak di daerah Tebet Jakarta. Atau sang koki menu ini ceriwis, atau teriak-teriak, dengan melempar-lempar barang di sekitarnya sehingga membuat gaduh dan berisik, grombyang-an..
ahh.. ternyata semuanya salah besar. warung nasi Grombyang  Mbah Warso yang berlokasi di Pemalang Jawa Tengah, tidak jauh dari alun-alun, dan dekat sekali dengan mesjid agung Pemalang ini jauh dari kata grombyang! atau berisik.  Seperti layaknya warung-warung nasi pinggir jalan khas Jawa, warung nasi grombyang Mbah Warso ini sangat bersih. Bila kebanyakan warung nasi sang koki ada dibelakang ruang makan, sedangkan di tempat ini kita bisa melihat sang koki ada di pintu masuk. Hmmm.. kalo diperhatikan seperti warung nasi tongseng atau sate  yang seringnya sang koki akan membuat dan meraciknya di pintu masuk. Bedanya, si nasi ini tidak menggunakan unsur membakar sehingga tidak ada asap seperti warung sate dan tongseng.

Nasi grombyang ini adalah nasi yang dicampur dengan soto daging sapi beserta jeroannya tanpa  santan. hmmm.. saya tidak terlalu familiar dengan bumbu masaknya, yang jelas sepertinya, sato daging ini didominasi dengan kunyit , kencur, sereh, yang diparut (untuk deskripsi ini mungkin saya salah, maklum taunya makan doang, jadi mungkin saja salah hehehe.. ;) ). Oh ya, nasi grombyang ini didampingi oleh sate daging, yang awalnya saya pikir sate itu sate sapi, ternyata saya salah, sate itu adalah sate kerbau. Hmm… rasanya manis ada parutan kelapa dan dagingnya emppuk sekali. Cocok lah jadi pelengkap nasi grombyang.
Ehm, untuk anda yang punya kolestrol dan asam urat, hati-hati dengan masakan ini, karena selain kuahnya yang berkaldu, makanan ini benar-benar full meat!.
Uniknya, Nasi grombyang ini disajikan dengan mangkok kecil dan mungil. Si Penyaji hanya memberikan kita 2 sendok makan nasi. Setelah itu baru di guyur dengan kuah sapi tadi. Kalau pemakan yang cukup brutal pasti porsi kecil seperti itu sangat sangat sangat kurang. Tapi percaya lah, saya yang notabene juga pemakan makanan enak yang brutal, setelah mencoba satu mangkok tidak mau lagi untuk menambah, alias kenyang dan ngap. hmmm.. sungguh ukuran porsi yang sempurna! mungkin karena daging dan kuahnya yang sudah buat kita terasa kenyang hanya dengan satu mangkok saja apalagi meneguk teh anget tawar yang wangi, benar-benar paduan yang sempurna, sluuurrp… sluuurp… hmmm…
Warung ini jauh dari grombyangan , cukup cozy dan nyaman. Di sudut ruangan tersebut ada 4 orang pengamen yang siap menghibur pengunjung. Lagunya pun bukan lagu anak muda sekarang, melainkan lagu-lagu seperti bengawan solo, stasiun balapan, dan berbagai lagu jawa serta lagu tempo doeloe yang dikemas dengan irama keroncong.
Sebagai informasi, ternyata nasi grombyang mbah warso ini mendapatkan penghargaan dari salah satu teh terkenal di Negara kita tercinta ini. Warung nasi grombyang ini dinobatkan sebagai warung nasi terenak jalur pantura dan telah di rekomendasikan sebagai tempat makan terbaik.
kuliner khas Kabupaten Pemalang ini terdengar eksentrik di telinga, nasi grombyang namanya. Asal-muasal penamaan ini sebenarnya mengacu pada cara penyajian makanan ini, yaitu porsi kuah yang lebih banyak dibandingkan dengan nasi dan isinya sehingga ketika disajikan di mangkuk terlihat grombyang-grombyang alias bergoyang-goyang seperti akan tumpah. Makanan kaya kuah ini cukup populer di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, kawasan yang salah satu sisinya berbatasan langsung dengan pesisir utara Jawa atau berada di jajaran rute utama Jakarta-Surabaya alias jalur Pantura.
Jika dilihat sekilas, nasi grombyang hampir mirip dengan soto, akan tetapi kuahnya yang cokelat pekat justru mengingatkan kita akan kuah rawon, makanan khas dari Jawa Timur itu.   Namun, bukan soto apalagi rawon, nasi grombyang sebenarnya adalah sejenis nasi campur yang mengandalkan daging kerbau dan kuah sebagai elemen utamanya. Irisan daging kerbau dan kuah ini kemudian dijadikan satu di sebuah mangkok kecil sebelum disajikan. Ketika dibawa dengan nampan, kuah yang melimpah seolah-olah akan meluap dari bibir mangkok. Dari kuah yang bergoyang-goyang sehingga hampir tumpah inilah yang kemudian dilafalkan dalam bahasa lokal dengan istilah grombyang.
Sejarah nasi grombyang yang kemudian menjadi salah satu ikon kuliner Pemalang sebenarnya masih belum diketahui dengan jelas. Akan tetapi, menurut warga setempat, nasi grombyang sudah dikenal sejak era 1960-an. Awalnya, para penjual nasi grombyang menjajakan dagangannya dengan berkeliling, keluar masuk kampung. Seiring dengan semakin banyaknya orang yang ketagihan akan nikmatnya makanan ini, maka muncullah beberapa warung nasi grombyang. Akhirnya, nasi grombyang pun kian disuka dan perlahan tapi pasti mulai memantapkan diri sebagai salah satu makanan tradisional khas dari Kabupaten Pemalang.
Hal yang paling membuat orang jatuh cinta pada nasi grombyang tentu saja daging kerbaunya. Daging mamalia yang satu ini memang sudah cukup jarang ditemui sehingga nasi grombyang menjadi salah satu pilihan utama untuk merasakan lezatnya daging kerbau terkenal sangat gurih. Istimewanya lagi, selain irisan daging kerbau yang disajikan di dalam mangkok beserta kuahnya, masih ada daging kerbau tersendiri yang khusus disediakan sebagai pelengkap makan nasi grombyang, yaitu sate kerbau. Jadi, bisa dibayangkan bagaimana lidah kita dimanjakan oleh lembut dan mantapnya daging kerbau yang diracik bersama kuah dengan ramuan bumbu khusus. Apalagi jika disantap bersama sambal cabai rawit dan taburan bawang goreng, nasi grombyang dijamin bakal membuat lidah Anda bergoyang.
Bukan hal yang melulu negatif apabila kawasan Pantura terlanjur identik dengan warung remang-remang, karena seperti itu pula suasana yang terhampar di sejumlah warung nasi grombyang. Ya, warung-warung makan sederhana itu memang punya ciri khas yang menarik. Selain penerangan di dalam warung yang samar-samar karena hanya diterangi oleh lentera atau lampu teplok, yang paling khas dari warung nasi grombyang adalah wadah kuah yang berupa kuwali (semacam gentong dari tembikar) berukuran besar dan tempat nasi yang ditutupi dengan kain berwarna merah. Setelah hidangan diantarkan, para pembeli biasanya menyantap nasi grombyang sembari duduk di dingklik alias kursi kecil dengan kaki-kaki penyangga yang pendek. Nikmati orisinalitas rasa dan suasananya.


Warung-warung yang menyediakan menu nasi grombyang terbilang sangat mudah ditemukan di Pemalang, terutama di sepanjang Jalan RE Martadinata dan di lingkungan alun-alun Kota Pemalang. Akses menuju lokasi ini pun cukup gampang dijangkau karena terletak di pusat Kota Pemalang. Jika Anda melintas Pemalang dari jalur Pantura, Anda akan menjumpai sebuah perempatan lampu merah di daerah yang bernama Pagaran. Dari perempatan Pagaran itu Anda tinggal belok ke kanan hingga sampai ke sebuah perlintasan kereta api. Setelah melewati rel tersebut, maka Anda akan tiba di Pasar Anyar. Nah, lokasi Jalan RE Martadinata ada di sebelah selatan pasar tersebut.
Di antara penjual nasi grombyang di sepanjang Jalan RE Martadinata, Pemalang, terdapat beberapa warung makan yang paling terkenal. Salah satunya adalah warung nasi grombyang Pak H. Warso. Orang Pemalang sangat menggemari nasi grombyang Pak H. Warso ini. Bahkan, tidak sedikit orang dari luar kota yang sedang berkunjung ke Pemalang, atau hanya sekadar lewat, selalu menyempatkan diri mampir ke warung ini. Selain nasi grombyangnya yang terkenal enak, warung Pak H. Warso juga terjaga kebersihannya sehingga semakin membuat nyaman para pelanggannya. Sebenarnya masih ada beberapa warung makan nasi grombyang di Pemalang yang juga tak kalah laris, antara lain warung nasi grombyang milik Pak H. Waridin yang berlokasi di Sirandu (bekas terminal lama Pemalang) atau nasi grombyang Pak Syukur yang biasa membuka warungnya di depan Pasar Petarukan.


Untuk menikmati satu porsi nasi grombyang, Anda hanya perlu merogoh kocek antara 8000 sampai 10.000 rupiah. Sedangkan 1 tusuk sate kerbau cuma dihargai Rp. 1000 saja. Murah meriah, bukan? Nah, tunggu apa lagi! Jika Anda ke Pemalang, jangan lupa cicipi nasi grombyang.



Resep Nasi Grombyang Untuk 6 Porsi :

Kombinasi kluwek menjadikan masakan ini lebih istimewa. Rasanya yang gurih dan lezat pasti menggugah selera anda.



Bahan-bahan/bumbu-bumbu :
500 gram daging sandung lamur
400 gram iga sapi
2.500 ml air
2 batang serai, diambil putihnya, dimemarkan
2 lembar daun salam
4 sendok teh garam
4 sendok teh gula merah sisir
1 batang daun bawang, diiris halus
4 sendok makan minyak untuk menumis
4 sendok makan bawang merah goreng untuk taburan

Bumbu Halus:
1 1/2 sendok teh ketumbar
1/2 sendok teh merica
7 butir bawang merah
4 siung bawang putih
2 buah kluwek, diseduh
50 gram kelapa parut, disangrai
1 cm jahe
2 cm kunyit, dibakar

Bahan Sambal Cabai Rawit:
15 buah cabai rawit merah
2 siung bawang putih
1/8 sendok teh garam

Cara Pengolahan :
  1. Rebus daging, iga sapi, air, serai, dan daun salam sampai empuk. Angkat dan ukur 2.000 ml air kaldunya. Potong-potong daging dan iga sapi. Didihkan lagi.
  1. Panaskan minyak. Tumis bumbu halus sampai harum. Tuang ke rebusan daging. Masukkan garam dan gula merah. Masak sampai matang. Tambahkan daun bawang. Aduk rata.
  1. Sambal cabai rawit: rebus cabai rawit merah dan bawang putih sampai layu. Angkat dan tiriskan. Tambahkan garam. Haluskan.
  1. Sajikan dengan sambal cabai rawit dan taburan bawang merah goreng.


Masyarakat Njawani “kejawen”

saya terusik ketika “kejawen” selalu disandingkan dengan dukun. Seakan jawa dan kejawen dipreteli hanya menjadi dukun, kembang tujuh rupa, asap dupa, dan kleniknya. Entah, siapa atau pihak mana yang memulai menyempitkan kejawen hanya sebatas tataran tersebut.  Sedangkan dukun, tidak hanya dimiliki oleh Jawa. Di Kalimantan ada “dukun”, di pulau nusantara lainnya pun ada. Bahkan, di belahan dunia lainnya juga ada. Hanya penyebutannya saja yang berbeda. Lantas, benarkah kejawen itu dukun? Klenik atau mistik? Benarkah, di era kepercayaan, kejawen lebih dekat dengan sesat dan irasional?
Kejawen, jika mendengar, yang muncul bayangan asap dupa, kembang tujuh rupa, dan sesajen. Atau, blangkon, keris terselip di pinggang. Ya, apa yang nampak di depan mata terkadang mendahului yang seharusnya tidak didahului. Yang di depan mata menjadi segenap ukuran bahwa “A” itu ya begitu: yang terlihat sebagai “A”. Pandangan, cara berfikir pun mentok di titik yang tersaji. Padahal, boleh jadi, “A” memiliki sejuta rupa yang tak terlihat, sejuta makna yang tersembuyi, bahkan “A” bukan “A” yang nampak. Itu hanya tanda, ada petanda di baliknya.
Kejawen bukanlah dupa. Bukan asap-asap kemenyan. Bukan blangkon di kepala manusia. Bukan pula kemben wanita. Itu semua adalah penanda dari sebuah petanda. Wilayah penanda lebih sempit dibanding petanda. Sebab, ia hanya wakil. Ia hanya bentuk. Ya, kejawen memang tak lepas dari Jawa, bukan pulau Jawa. Sedangkan, orang Jawa adalah nggone semu.
Sayangnya, dalam Bahasa Indonesia, semu berkonatasi negatif: tipu muslihat. Mungkin, yang tepat, semu “Jawa” dan semu “Indonesia” harus dibedakan. Sebab, semu “Jawa” bukanlah tipu muslihat atau ingin mengelabui liyan. Memang, semu “Jawa” juga tujuannya menutupi yang asli, tetapi bukan berarti itu menipu. Jika ingin mengetahui semu “Jawa” berarti harus menelusuri tata laku hidup orang Jawa. Pola pikir yang dianut dan tata cara hidup dengan liyan.
Orang Jawa selalu mengedapankan golek slamet, cari selamat. Ini bukan berarti mementingkan dirinya sendiri, tetapi slamet sekabehane. Selamat itu semacam harmonisasi. Ada keseimbangan (equilibrium) di dalamnya. Dan, ini bisa ditempuh dengan pengendalian diri, mencegah friksi, mengamalkan agama atau kepercayaan sebaik mungkin. Tak ayal jika dalam unen-unen ada angger-angger (hukum) dan wewaler (larangan) yang harus dijalani dan dipatuhi.  
Maka, dalam tradisi Jawa tak ada sesuatu yang diungkapkan terus terang. Meski, itu sebenarnya layaknya diterusterangkan. Namun, manusia Jawa tidak mburu kepiye benere melainkan kepiye becike. Mengedepankan bener lan pener. Ada empan lan papan yang diutamakan semua itu, tujuannya hanya satu, yakni memayu hayuning bawono, nggayuh slamet nir sambikolo.
Saya yakin, jika orang-orang Jawa tidak wani ngalah, punya napas landing, maka yang sering timbul hanyalah konflik. Bayangkan, sejak pra kerajaan sampai demokrasi yang segala macam paham mudah blusukan, orang Jawa masih siap menerimanya. Lantas, apakah sikap wani ngalah menunjukkan orang Jawa tak punya keberanian? Penakut? Lebih suka di “bawah” daripada di “atas”?
Tunggu dulu, mengalah bukan berarti kalah. “ngalah” lebih dekat dengan berjiwa besar, punya potensi menang tetapi lebih baik tidak ditonjolkan. Sebab, menang dan kalah bukan terletak pada gebyar yang terlihat mata. Pun, manusia Jawa tidak hanya punya senjata ngalah saja. Seperti yang dituliskan oleh Bambang Pranowo dalam buku “Orang Jawa Jadi Teroris”, bahwa manusia Jawa punya tiga filosofi “Nga”: ngalah, ngalih, dan ngamuk. Ketiganya dijiwai oleh karakter wayang, yakni: ngalah itu sifatnya Puntodewo, ngalih lebih dekat dengan sifatnya Arjuno, sedangkan ngamuk lebih dekat dengan Werkudoro alias Bima.
Ketiganya mengarungi alam kasunyatan Jawa. Iman Budhi Santoso menggambarkan dengan apik tentang Jawa, yakni sebagai telaga. Ia tidak memanggil ikan, lumut, maupun ganggang dalam habitatnya. Ia tidak menetapkan undang-undang patembayatan bagi setiap makhluk dan benda-benda yang berada di sana. Ia hanya menampung, menerima dengan tangan dan hati terbuka setiap materi dan fenomena yang berasal dari mana pun. Maka, telaga itu pun tidak dapat diklaim sebagai milik ikan, milik ganggang, milik cacing, melainkan milik semua yang tinggal dan tumbuh kembang di dalamnya.
Fenomena tumpek bleg-nya berbagai “barang” itulah yang kemudian memunculkan kejawen. Ibaratnya, kejawen itu adalah sistem “metabolisme”: kapan mengunyah, kapan ia memuntahkan, kapan pula dia tidak menelan, ada waktunya. Kejawen itu semacam penjaga keharmonisan segala yang tumpah ruah di dalam telaga tersebut. Kejawen menurut para penganutnya merupakan cara untuk menghayati dan mewujudkan nilai-nilai rohani manusia agar yang bersangkutan dapat mencapai kasunyatan hidup sejati, berbudi luhur, dan mewujudkan kesempurnaan hidup.
Ada yang bilang jika kejawen merupakan hasil akulturasi maupun sinkritisasi dari budaya-budaya yang pernah ada di Jawa. Ya, mungki saja begitu. Tetapi, saya cenderung menilai kejawen merupakan proses kreatif manusia Jawa dalam menanggapi budaya-budaya lain yang ada di dalamnya.
Dalam sejarahnya, ketika modernisasi merambah dan merebak di Jawa, muncul stigma negatif tentang kejawen. Seperti yang telah ditulis di atas: kejawen selalu diasosiasikan dengan klenik, mistik, dan ornamen-ornamen lain yang terkesan irasional. Boleh saja memandang begitu, namun jangan luput dan berhenti memandang sebatas tataran tersebut. Perlu menyelam lebih dalam.
Memang, dalam kejawen, ada yang irasional. Dan, ini tidak hanya kejawen yang memiliki: budaya lain pun ada, dan dalam agama pun juga ada hal-hal yang irasional. Irasional sendiri bukan berarti hal yang tidak terjamah oleh akal (rasional), melainkan belum/ketidakmampuan pikiran menembusnya. Sehingga paling mudah menyebutnya sebagai irasional.
Dengan kata lain, irasioanal hanyalah bagian dari kejawen. Kejawen tidak sama dengan klenik, mistik yang cenderung dirahasiakan. Meskipun, mungkin, terdapat hal-hal seperti itu, namun mistik dan klenik hanyalah bagian dari paham kejawen, sebagaimana terjadi pula pada paham-paham lain dalam adat budaya dan kepercayaan lokal di Nusantara.
Kejawen adalah ide, pola pikir dalam bersikap, dan menata batin serta kehidupan sebagaimana nilai-nilai yang diakui kebaikan dan kebenarannya oleh manusia Jawa. Itu semacam filsafat, dan sekaligus konsep hidup. Kejawen bukanlah agama dan tidak pernah akan dijadikan sebagai agama.
Nah, jika kita menemui blangkon, sorjan, atau bahkan yang agak mistik, misalnya dupa, janganlah terburu-buru mengatakan itu kejawen. Sebab, itu semua belum tentu kejawen seutuhnya. Toh, bukankah sekarang hal-hal semacam itu mudah didapat dan mudah dipakai? Setiap perayaan budaya, misalnya, banyak yang gegap gempita memperagakan meski laku hidupnya jauh dari panggang api “kejawen”? Kejawen itu tata laku. Ia semacam “metabolisme” yang tujuannya menjaga “telaga” Jawa agar tetap harmonis dengan segenap isinya.

*Disarikan dari Buku “Spiritualisme Jawa: Sejarah, Laku, dan Intisari Ajaran” karya Iman Budhi Santoso yang diterbitkan Memayu Publishing, Yogyakarta (2012)

Wisata Oyot Mimang

Pernakah anda mengalami peristiwa dimana anda berputar putar pada suatu daerah tertentu? kemudian tanpa anda sadari anda terus berputar putar pada daerah tersebut sehingga anda diihat oleh penduduk setempat sebagai orang keder alias tersesat. ya fenomena tersebut dinamakan kita telah terkena oyot mimang, atau akar bimbang.
peristiwa oyot mimang diyakini karena orang yang mengalaminya terkena gangguan dari makhlus halus yang sengaja menyesatkan orang tersebut sehingga dibuat linglung dan keder. setelah lama maka jika anda bertemu dengan penduduk setempat maka biasanya otomatis orang yang terkena oyot mimang lambat laun akan mulai sadar.

nah itu sekilas mengenai apa itu kejadian oyot mimang, apa hubungannya dengan judul diatas? kok pake dijadikan wisata??

ya pertanyaan penasaran tersebut akan kita jawab dengan kita benar benar berwisata menapak tilas kejadian sejarah yang berkaitan erat dengan sejarah legenda terjadinya kabupaten pemalang. coba anda memasuki darah sekitar kendal doyong terus keutara dan sekitarnya, bisanya jika kita pertama kali pergi kedaerah tersebut sendirian maka besar kemungkinan kita akan terkena oyot mimang. hal ini seperti napak tilas kejadian peristiwa sejarah yang erat hubungannya dengan pendiri kota pemalang.

kira kira dahulu Pada penghujung abad ke XVI,kesultanan Banten yang dipimpin oleh Panembahan Yusuf sedang dalam kekacauan akibat ulah Portugis,dan sedang dalam rongrongan adik Panembahan Yusuf sendiri yang diasuh oleh Ratu Kalinyamat dari Jepara yang menuntut pengalihan tahta kesultanan Banten.
Pada waktu itu,Panembahan Yusuf memerintahkan kepada Patih Thalabuddin untuk meminta kembali Keris pusaka Kyai Tapak yang sebelumnya dipinjamkan kepada Pangeran Benowo saat hendak menjadi Adipati di Pemalang,maka berangkatlah patih Thalabuddin menuju ke kadipaten Pemalang.
Sesampainya di Pemalang,tidak begitu saja patih Thalabuddin dapat mengambil keris pusaka tersebut.ia disuruh oleh Pangeran Benowo untuk membuktikan,kalau memang benar dirinya adalah utusan dari kesultanan Banten,maka pastilah ia mampu membawa keris tersebut ke Banten.lalu untuk meyakinkan Pangeran Benowo,patih Thalabuddin menjalani tirakat bertapa di Waringin tunggul,antara desa Benjaran dan Pedurungan barat.
Setelah beberapa hari bertapa,maka Patih Thalabuddin berhasil mendapatkan keris Kyai tapak.namun dalam perjalanan pulang ke Banten,patih Thalabuddin jadi keder (tersesat) tak tahu arah jalan pulang.hal ini karena pengaruh kesaktian Pangeran Benowo terhadap keris pusaka tersebut atau karena patih Thalabuddin kurang sempurna dalam bertapa,ini kurang begitu jelas.yang pasti,sejak mendapatkan keris pusaka tersebut,patih Thalabuddin hanya muter-muter mengelilingi daerah Pemalang saja selama perjalanan pulang.
Hal ini diketahui oleh Pangeran Benowo yang lalu memerintahkan patih Sampun untuk mengumumkan kepada khalayak ramai bahwa Keris pusaka Kyai tapak telah hilang dicuri orang.lalu datanglah Patih Thalabuddin menghadap Adipati pangeran Benowo sambil menangis ketakutan.sambil gemetar dan meminta ampun,patih Thalabuddin memberikan keris pusaka itu kepada sang Adipati.
Dengan berbesar hati,adipati pangeran Benowo menerima permohonan ampun patih Thalabuddin,yang lalu diangkatnya menjadi Patih kedua di kadipaten Pemalang yang bertugas menyebarkan ajaran agama Islam kepada penduduk/masyarakat Pemalang.karena kecerdasannya pula,Patih kedua Thalabuddin juga diberi wewenang mengatur perekonomian di kadipaten Pemalang mendampingi patih Sampun.dalam beberapa kisah,diriwayatkan bahwa hingga akhir hayatnya,patih Thalabuddin mengabdi dan mencurahkan ilmunya untuk penduduk Pemalang.
Maka dengan demikian,penguasa Pemalang pada masa kepemimpinan Adipati Pangeran Benowo,Patih Sampun (Djiwonegoro) dan Patih kedua Thalabuddin berhasil mencatatkan sejarah keberhasilan dalam menjalankan kepemimpinannya.keberhasilan tersebut diantaranya adalah :
- Dapat menyatukan beberapa wilayah,yaitu Tegal,Pemalang dan Brebes.
- Dapat menciptakan kehidupan yang tenteram serta keamanan yang terjamin.
- Dapat meletakkan dasar dan melanjutkan pembanguna.
- Berhasil menumbuhkan kerukunan antar umat beragama tanpa mengurangi berkembangnya ajaran agama Islam yang pesat.
- Berhasil menumbuhkan ekonomi penduduk Pemalang hingga terjamin kecukupan pangan,sandang dan papan masyarakat.
- Bisa merintis jalan yang menjadi cikal bakal jalan-jalan besar di masa setelahnya.
- Dapat membina pendidikan,seperti berdirinya padepokan (Hindu-Budha) di Pedurungan dan Wanarejan serta Pondok Pesantren di Kebondalem dan Ulujami.
Selain keberhasilan-keberhasilan tadi,trio Benowo,Sampun dan thalabuddin dalam kepemimpinan Pemalang tempoe doeloe adalah mampu mendayagunakan kekayaan alam yang ada sebagai sumber ekonomi rakyat.tak di pungkiri,Pemalang memiliki gunung Slamet beserta hamparan hutan rimbun yang membujur disebelah selatan Pemalang,sebagai cagar alam dan kelestarian mata air,serta sungai-sungai besar maupun kecij yang sanggup menampung curah hujan sehingga menjamin sumber air untuk pemanfaatan sawah,ladang dan perkebunan masyarakat hingga musim kemarau sekalipun.kesuburan tanah Pemalang ini sudah dikenal sejak zaman Majapahit,Pemalang juga mempunyai Pelabuhan untuk singgah kapal-kapal dagang,yang transit dan berdagang di Pemalang.
Trio Pemalang ini juga dikenal pandai membina para Punggawa praja untuk bekerja sama dan manunggal dengan rakyatnya.
Maka demikian,Pemalang pada saat itu sudah mempunyai tata administrasi pemerintahan yang cukup teratur,baik ditinjau dari sarana dan prasarana kehidupan masyarakatnya,serta kecakapan dalam aparatur pemerintahannya.


Kamis, 30 Mei 2013

Sebuah Kail Cinta


jika kita memancing ikan
setelah ikan itu melekat di mata kail
hendaklah kita mengambil ikan itu
jangan sesekali kita lepaskan ia kedalam air begitu saja
karna ia akan sakit karna ketajaman mata kailmu
dan mungkin ia akan menderita selagi ia masih hidup

begitulah juga setelah kita memberi
banyak penghargaan kepada seseorang
setelah ia mulai menyayangimu
hendaklah kita menjaga hatinya
jangan sesekali kita meninggalkannya begitu saja
karna dia akan terluka oleh
kenangan bersamamu dan mungkin
tidak dapat melupakan segalanya
selagi dia mengingatmu

jika kita memiliki sepiring nasi
yang pasti baik untuk dirimu
mengenyangkan berkhasiat
mengapa kita berlengah,coba
mencari makanan lain...
terlalu ingin mengejar kelezatan
kelak nasi itu akan basi
dan kita tidak boleh memakannya
kita akan menyesal

begitu juga jika kita tlah bertemu
dengan seseorang insan yg pasti
membawa kebaikan denga dirimu
menyayangimu mengasihimu
mengapa kita berlengah,terus
mencoba membandingkannya
dengan yang lain
terlalu mengejar kesmpurnaan

kelak kita akan kehilangannya
apabila dia menjadi milik orang lain
kita juga akan menyesal
cinta adlah sebuah anugerah
yang tak terhingga

oleh karena itu nikmatilah cinta itu
selagi cinta itu ada dan kesempatan itu
adalah jangan kau sia siakan
sebelum engkau menyesalinya kelak

syukurilah rasakanlah nikmatilah
dan berdoalah untuk cinta itu sendiri

Kami Bukan Sarjana Pengangguran



“Waduh...waduh... sarjana kok pengangguran”
“Ngapain kuliah? Sarjana juga belum tentu dapat pekerjaan”
Mungkin kalimat tadi sering terlontar dari sebagian masyarakat kita yang menilai dan melihat para sarjana atau lulusan perguruan tinggi yang menganggur dan belum mempunyai pekerjaan, apalagi jika para lulusan perguruan tinggi itu menganggur selama berbulan-bulan.
Pantaskah seorang sarjana dan lulusan perguruan tinggi mendapat pernyataan seperti tadi?.
Tentu saja hal ini menjadi masalah bagi mereka yang sudah lulus kuliah, bahkan membuat cemas orang-orang yang sedang duduk di bangku kuliah, mereka akan bertanya-tanya, “apakah saya bisa mendapatkan pekerjaan setelah saya lulus?”. Demikian juga bagi para pelajar yang sebentar lagi akan masuk perguruan tinggi, mereka mengatasi kecemasan mereka dengan memilih beberapa perguruan tinggi yang mereka nilai dapat menyalurkan mereka ke tempat-tempat kerja nantinya.
Sekarang siapa saja bisa masuk perguruan tinggi dengan beasiswa bagi yang berprestasi, kuliah dengan bantuan pemerintah karena tidak mampu, sedangkan pada zaman dahulu jarang sekali orang bisa kuliah karena kondisi ekonomi yang tidak memungkinkan ia bisa masuk perkuliahan yang terhitung mahal biayanya. Namun, sayangnya hal ini tidak diimbangi dengan komitmen pemerintah untuk menyediakan lapangan pekerjaan.

Sistem pendidikan di Indonesia ini rata-rata menempa para pelajar dan mahasiswanya agar berpikiran keras untuk mendapatkan pekerjaan, bukan membuka lapangan kerja. Hal ini tentu saja melahirkan para alumni yang kualitasnya masih kurang.
Dari Badan Pusat Statistik atau BPS diperoleh data pengangguran di Indonesia dengan jumlah sebagai berikut:
Pengangguran yang berpendidikan minimal SMA sekitar 3.074.946 data terakhir pada Agustus 2011, lulusan Diploma 3 atau akademi berjumlah 244.687 dan lulusan universitas adalah 492.343 dan jumlah total keseluruhan data pengangguran di Indonesia dari mulai yang tidak memiliki basic pendidikan formal, SD, SMP, SMA sampai Diploma 3 dan perguruan tinggi adalah 7.700.086.
Pengangguran ini berdampak pada GNP (Gross National Product)  dan pendapatan per kapita negara, GNP dan pendapatan per kapita negara menjadi menurun.
Kemudian jika dibandingkan dengan data perguruan tinggi, mahasiswa dan para alumninya di Indonesia, perguruan tinggi banyak, pengangguran pun banyak, karena seperti yang disebutkan tadi, pemerintah belum menyediakan lapangan pekerjaan seiring dengan bertambahnya para penghuni perguruan tinggi yang sedang berproses menjadi pintar agar mendapat pekerjaan.
Dalam gambaran umum perguruan tinggi atau PT pada tahun 2009/2010 di Indonesia ada sekitar 3.011 perguruan tinggi, termasuk universitas dengan jumlah 460, Institut sekitar 53, Sekolah Tinggi dapat dihitung dengan angka 1.316, Akademi sekitar 1.015 dan Politeknik  berjumlah 167.
Penyebab Banyaknya Pengangguran
Pengangguran atau tuna karya artinya sama sekali tidak memiliki pekerjaan, sehingga tidak ada penghasilan baginya sedikitpun untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.
Ada beberapa faktor penyebab pengangguran di kalangan masyarakat khususnya para sarjana dan lulusan perguruan tinggi, diantaranya  ada faktor intern dan faktor ekstern.
Faktor internnya yaitu diri mereka sendiri yang belum menyadari betapa pentingnya pendidikan dan keterampilan serta pembentukan karakter bagi mereka, buktinya masih banyak anak-anak kuliahan yang tidak begitu serius dengan kuliahnya, seolah di perguruan tinggi itu bebas. Bukan hanya ketidaksadaran akan sebuah keterampilan tapi ada karena mereka malas untuk belajar sejak dini tentang sebuah pekerjaan, dan juga mindset mereka akan tujuan mereka setelah lulus kuliah, rata-rata dari mereka tujuan kuliah adalah mendapatkan gelar agar mendapatkan pekerjaan di kantoran, agar mendapatkan pekerjaan di bidang ini, di Perusahaan ini itu, mereka tidak berpikir seperti para pengusaha yang menyediakan dan membuka lapangan pekerjaan sendiri.
Ada juga faktor eksternnya, ketidaksesuaian hasil yang dicapai antara pendidikan dan lapangan pekerjaan, ketidakseimbangan antara demand dan supply serta SDM yang kurang berkualitas.
Artinya, selain pemerintah yang diharapkan menyediakan lapangan pekerjaan juga, perguruan tinggi juga harus menyesuaikan lowongan pekerjaan dengan jurusan atau program studi di tempat kuliahnya.
Kebanyakan dari kita tujuan sekolah, menuntut ilmu atau kuliah adalah supaya bisa bekerja, bekerja di kantor-kantor ternama di Kota, tapi ada sebagian yang hanya ingin mendapatkan gaji meskipun kerja di perusahaan, mungkin ini salah satu sebab angka pengangguran meningkat, padahal masih ada solusi terbaik jika belum mendapatkan pekerjaan.
Dari yang saya dapatkan dalam beberapa pembahasan pengangguran dari Anne Ahira, pengangguran itu ada beberapa macam, diantaranya pengangguran terbuka, setengah menganggur dan pengangguran terselubung.
Pengangguran terbuka menurut Anne Ahira sang Asian Brain ini adalah ditujukan kepada angkatan kerja yang benar-benar memang tidak memiliki pekerjaan dan penghasilan. Padahal adakalanya mereka telah berusaha mencari pekerjaan, namunsempitnya kesempatan yang ada akhirnya memunculkan jenis pengangguran ini.
Setengah menganggur, ditujukan kepada orang yang nampaknya bekerja namun tidak optimal. Biasanya didasarkan pada jam kerja yang kurang dari semestinya. Ini bisa terjadi karena pekerjaan yang bisa dilakukan seseorang, harus dilakukan dua orang karena keterbatasan lapangan kerja.
Pengangguran terselubung, hampir sama dengan setengah menganggur. Hanya saja ini juga mencakup kemapuan seseorang yang tidak sepadan dengan pekerjaan yang dilakukannya. Misalnya seorang sarjana yang terpaksa menjadi penjaga toko.
Dampak Pengangguran
Awal timbulnya pengangguran yaitu akibat dari kemiskinan. Walaupun ia awalnya banyak uang lama kelamaan ia akan miskin karena uangnya terpakai terus setiap hari tanpa ada pemasukan atau pendapatan baginya.
Biasanya kemiskinan itu akan membuat orang nekat melakukan apapun demi mendapatkan uang untuk sesuap nasi, maka tidak dapat dipungkiri kemiskinan ini akan menimbulkan suatu tindakan kriminal. Seperti mencuri, melakukan penodongan, karena ia tak mampu mendapatkan pekerjaan yang layak baginya, maka tindak kriminal inilah menjadi salah satu profesi bagi sebagian orang. Selain itu juga akan meningkatkan jumlah pengemis dan gelandangan.
Selain itu, dampaknya bagi negara akan menyebabkan pendapatan nasional dari sektor pajak berkurang. Hal ini terjadi karena pengangguran yang tinggi akan menyebabkan tingkat perekonomian menurun sehingga pendapatan masyarakat pun akan menurun. Jika penerimaan pajak menurun, dana untuk kegiatan ekonomi pemerintah juga akan berkurang maka kegiatan pembangunan pun akan terus menurun.
Jika dilihat dari individu , orang yang menganggur itu akan stres atau depresi, karena tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tentu saja akan merasa dikucilkan oleh masyarakat.
Cara Mengatasi Pengangguran
Perlu disadari, salah satu penyebab pengangguran itu adalah rendahnya tingkat pendidikan seseorang sehingga ia tidak memiliki pengetahuan yang cukup untuk mendapatkan pekerjaan. Dengan permasalahan seperti ini Pemerintah semestinya menyediakan pendidikan gratis bagi orang-orang yang kurang mampu.
Lapangan pekerjaan di Indonesia sangatlah kurang jika dibandingkan dengan jumlah perguruan tinggi dan jumlah penduduk, ini masih kepada Pemerintah, dengan Pemerintah menyediakan lapangan pekerjaan bagi mereka yang baru dan sudah lulus dari perguruan tinggi maka akan menurunkan angka pengangguran yang jika dibiarkan akan semakin meningkat.
Salah satu rahasia untuk mendapatkan pekerjaan itu adalah keterampilan, untuk memiliki keterampilan ini tidak lah mudah, perlu pelatihan dari orang-orang atau lembaga yang sudah ahli dalam keterampilan tertentu, misalnya menjahit, memasak dan mengolah sampah menjadi barang. Solusinya yaitu dengan didirikannya tempat-tempat pelatihan dan Balai Keterampilan Kerja akan menurunkan angka pengangguran, karena orang bisa bekerja dan mendapatkan pekerjaan dengan keterampilannya. Ini yang bisa dijadikan petunjuk bagi para mahasiswa untuk memiliki keterampilan dengan cara belajar keterampilan disamping kesehariannya di kampus, bisa saja dengan cara menyelenggarakan kegiatan ekstra kampus yang khusus mengasah keterampilan.
Ada hal yang bisa dilakukan untuk mendapatkan pekerjaan yaitu dengan mendirikan UKM, dalam hal ini pemerintah diharapkan dapat mendirikan suatu lembaga bantuan kredit, atau langsung bekerjasama dengan bank-bank tertentu untuk memberikan kredit pada masyarakat.
Sebagai persiapan nantinya, para pelajar Indonesia perlu dibekali pendidikan non formal yang menempa para pelajar untuk meningkatkan EQ, memperbaiki moral dan membangun karakter mereka. Jadi, sebelum ia masuk perguruan tinggi ia sudah berpikiran luas ke depan, ia akan memiliki tujuan  tidak sebagai seorang karyawan kantoran tetapi membuka lapangan usaha sendiri, bukan hanya itu mereka akan menjadi pengusaha yang berkarakter baik. Namun, bagi para mahasiswa pun belum terlambat untuk memperbaiki moralitas dan karakter serta watak yang lebih baik.
Dewasa ini sudah banyak anak muda yang mencoba merambah dunia wirausaha, menjadi pengusaha muda menjadi ketertarikan di kalangan muda, apalagi para mahasiswa yang berwawasan luas, tidak berpikiran sempit dan selalu ingin mencoba yang lebih menarik. Karena mereka sadar setelah lulus nanti mereka belum tentu mendapatkan pekerjaan.
Oleh karena itu bukan hanya dari pihak pemerintah saja yang disalahkan dalam bab ini, kita lihat saja dari setiap individu masing-masing.
Seperti disebutkan dalam Al-quran, bahwa Allah tidak akan mengubah nasib suatu kelompok sebelum mereka mengubah nasibnya sendiri, berarti kita harus bekerja keras untuk mengatasi pengangguran di Indonesia ini, kita mulai saja dari tempat kita sendiri, desa kita sendiri, atau Kota tempat kita tinggal.
Solusinya dimulai dari kehidupan kita sendiri, mulailah dari hal yang paling kecil, mencoba berjualan kecil-kecilan, siapa tahu dari hasil kita yang kecil bila dikumpulkan akan menjadi sesuatu yang besar, sesuai dengan kata pepatah yang mengatakan sedikit demi sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit. Dengan hasil kecil-kecilan kita ini, kita bisa mengumpulkan dana untuk membangun usaha kecil, meskipun modal kita kecil namun ada yang bisa kita lakukan yaitu dengan meminjam ke BMT atau Bank.
Banyak sekali peluang yang bisa kita manfaatkan untuk menurunkan angka pengangguran di Indonesia.
Dengan demikian, dapat kita simpulkan bahwa pengangguran yang menimpa para lulusan perguruan tinggi dan sarjana karena beberapa faktor penyebabnya dapat diturunkan dan dihindari dengan adanya beberapa solusi, dari mulai usaha pemerintah dalam penambahan lapangan pekerjaan sampai masyarakat dan lulusan perguruan tinggi yang mendirikan usaha serta memberi peluang usaha, angka pengangguran pun akan menurun dan  tidak akan menurunkan GNP  serta para lulusan perguruan tinggi atau para sarjana tidak akan mendengar celotehan masyarakat tentang sarjana yang menganggur.
So, mulai sekarang jangan cemas dengan pernyataan “Sarjana tapi pengangguran”, katakan dengan percaya diri dan buktikan bahwa “Kami bukan sarjana yang pengangguran”.
Minggu-minggu yang lalu, adalah sederetan minggu yang begitu menyesakkan kalbu, sebagai seorang yang katanya sedang berjuang mencari gelar, harus tersibukkan oleh sebuah kewajiban besar, yakni skripsi dan tugas akhir.
Bersyukur, ada sebagian yang sudah bisa menyelesaikannya dengan baik, dan sesuai dengan dateline. Tapi tidak sedikit pula dari mereka yang justru malah “Mundur” teratur ketika berhadapan dengan tembok besar skripsi dan tugas akhir. Seolah-olah perjuangan selama empat tahun harus tertahan oleh sekat tembok yang terlihat tebal dan kokoh dari kejauhan, padahal ketika kita sudah berhasil mendekatinya, ternyata tembok itu rapuh dan ringkih menciut, mengecil dengan sendirinya.
Setelah berhasil menembus tembok itu, apakah sudah layak disebut pemenang..?, Apakah sudah layak disebut Sukses..? BELUM…!!! (jawaban dari seorang sarjana mandul)
Ibarat sebuah peperangan, selesainya skripsi adalah awal sebuah perjuangan untuk merebut  kemenangan. Kemenangan yang bisa mengantarkan kita pada sebuah level  yang “lebih baik”, dari pada kita sebelumnya.
Gelar sarjana ada yang  akan dan telah disandang, lantaskah kita bersorak sorai merayakannya..? ataukah ada dari kita  yang justru tersungkur penuh kesedihan karena beban amanah ilmiah yang menggantung dipundak kita. Sedih, kalau saja tidak bisa menyelesaikan beban ilmiah selepas pergi meninggalkan sasana perguruan tinggi tempat kita menimba ilmu selama bertahun-tahun.
Galaunya negeri ini, ternyata juga akibat dari galaunya sang sarjana-sarjana mandul. Yang hanya pandai berkoar-koar di podium demonstrasi, lalu beringsut mengkisut, setelah berhadapan dengan kenyataan, ternyata dunia kampus tak senyaman dunia nyata.
” Sebuah renungan untuk seorang Calon Sarjana ” Semoga tidak menjadi sarjana mandul.

Sukses Membuka Usaha Toko Kelontong

NB: -Pengusaha merupakan kelas pekerja yang menggerakan perekonomian dengan menguasai Alat Produksi maupun jasa, serta menjalankan unit-unit usaha baik sektorr forrmal maupun non formal dalam ekonomi mikro maupun makro.UMS- Djadjoelie 2003/Pengaruh komunikasi terhadap produktivitas kinerja karyawan
 
Bagi saya bisnis toko kelontong bisa dikatakan sukses ada beberapa tahap:
1.Ada pembeli yang datang ke toko.Hal ini menunjukan toko anda menarik minat orang untuk membeli.
2.Jumlah pembeli semakin hari bertambah banyak.Hal ini menunjukkan toko anda mulai dikenal warga sekitar.
3.Jumlah pelanggan mengalami peningkatan.Hal ini menunjukkan ada kelebihan tersendiri pada toko anda sehingga membuat pembeli ingin beli lagi ke toko anda.
4.Penghasilan dari toko bisa untuk menutupi bea operasional toko serta biaya hidup sehari hari.
5.Bisa menyisihkan penghasilan toko untuk mengembangkan usaha toko..
Untuk bisa mewujudkan hal-hal diatas harus ada usaha yang keras dan tekun.
Bagi anda yang berencana atau baru memulai Bisnis toko kelontong tidak ada salahnya mempertimbangkan hal-hal berikut agar bisnis anda mencapai kesuksesan seperti yang anda inginkan.
Berikut ini beberapa hal yang merupakan kunci kesuksesan bisnis toko kelontong diantaranya: 
1.Modal.Tanpa modal yang memadai rasanya sulit meraih kesuksesan.Namun memiliki modal yang besar bukan jaminan bisa sukses.Untuk tahap awal minimal barangnya lengkap walaupun jumlahnya sedikit.
2.Posisi toko strategis.Mudah dijangkau,terlihat ,depan jalan yang lebar,lalu lintas warga,ditengah pemukiman padat,parkir memadai.
3.Menentukan Harga.Salah satu daya tarik pembeli adalah harga yang murah.Namun tidak harus semua murah karena margin keuntungan juga sedikit.Untuk itu harus ada strategi khusus agar toko anda dikenal harganya murah namun sebenarnya tidak semuanya.
4.Pintar mencari barang.Salah satu faktor yang bisa membuat harga murah adalah pintar mencari agen.Terkadang harga antara agen satu dengan yang lainnya berbeda.Demikian pula dengan kelengkapannya.
5.Pelayanan.Pembeli akan senang apabila anda ramah dan sabar dalam melayani pembeli.Jangan mudah marah apabila ada pembeli yang menawar harga sangat murah.Disamping itu layanan antar dan pemasangan regulator elpiji juga bisa membuat pembeli balik lagi ketoko anda tentu saja layanan antar untuk  jumlah belanja yang banyak atau berat misalnya elpiji 12 kg,Aqua galon,Beras.Bisa juga dengan cara belanja lewat telepon atau sms.
6.Kelengkapan Barang.Salah satu karakter pembeli adalah sekali belanja semua kebutuhannya tersedia semua ditoko jadi tidak perlu ketoko lain.Terkadang pembeli mencari barang ditoko lain tidak ada tapi karena di toko anda ada akhirnya jadi tahu toko anda secara tidak langsung anda sudah mempromosikan toko anda.
7.Cara memajang barang.Terkadang pembeli tadinya tidak berniat membeli tapi karena melihat barang ditoko jadi membeli.Untuk itu pajanglah barang semenarik mungkin,gampang dilihat dan toko terlihat penuh koleksi barangnya.
8.Komunikasi yang baik.Seperti kata pepatah pembeli adalah raja.Jangan malas untuk bertanya dulu apa yang dicari misalnya barang yang dicari tidak ada tawarkan barang lain yang sejenis.Jawab pertanyaan apabila pembeli ingin tahu suatu produk atau harga.Terkadang pembeli setelah bertanya lain hari membeli.
Khusus untuk pelanggan tetap toko anda untuk menjalin keakraban ciptakan obrolan ringan ketika pelanggan anda berbelanja hal tersebut akan membuat “Nyaman”belanja ditempat anda dengan catatan bila keadaan toko tidak ramai pembeli.
9.Kendaraan.Walaupun ada agen yang menyediakan layanan antar lebih menguntungkan apabila mencari barang sendiri.Anda lebih leluasa mencari agen dengan harga termurah dan tidak semua barang ada di satu agen terkadang anda harus mencari di agen lain.Oleh karena itu kendaraan minimal motor sangat dibutuhkan untuk meraih kesuksesan.
10.Kalkulator.Walaupun terlihat sepele namun alat ini sangat vital.Bayangkan kalau anda menghitung banyak barang tanpa kalkulator,bisa-bisa anda mencari untung malah buntung/rugi.Sediakan kalkulator dengan ukuran sedang dengan tutsnya yang tidak terlalu keras.Cari kalkulator yang ada CHECK nya untuk menghindari kesalahan.
11.Usia Toko.Biasanya orang akan lebih memilih belanja ke toko yang sudah lama eksis apalagi sudah jadi pelanggan.Disamping sudah nyaman juga cocok dengan pelayanannya.Biasanya yang bisa membuat orang pindah toko karena harga yang lebih murah.
12.Memanfaatkan Momen-momen tertentu.Ada barang yang sangat laku diwaktu-waktu tertentu.Misalnya Sirup ketika bulan puasa,Keperluan Dapur ketika lebaran.Minuman gelas kemasan ketika Agustus-an.Buku tulis ketika tahun ajaran baru dan lain lainnya.Anda harus hafal momen-momen tersebut kalau sampai terlewat sayang rasanya.
13.Nama Toko.Buat nama toko yang simpel dan gampang diingat sehingga memudahkan orang yang akan mereferensikan toko anda.Untuk pengiriman barang juga akan lebih mudah.Usahakan warga disekitar toko anda mngetahuinya.Selain itu anda bisa juga memasang spanduk yang menyertakan nama toko anda.
14.Promosi.Apalagi apabila anda tokonya baru buka promosi harus gencar di lakukan.Bisa dengan cara bagi-bagi brosur kepada warga sekitar,pasang ditempat strategis,atau menyiapkan brosur ditoko.Bisa juga dengan memasang harga yang besar untuk barang yang murah sehingga setiap orang yang lewat akan lihat,bisa jadi orang tersebut mereferensikan ke warga lainnya.
15.Memilih Agen.Pilihlah agen yang termurah dan terlengkap untuk efesiensi waktu serta menentukan harga eceran yang bersaing.Agar selalu mendapatkan harga yang termurah usahakan memilih agen langganan lebih dari satu selain itu bisa sebagai alternatif apabila satu agen barangnya kosong bisa mencari di agen lainnya.                                              
16.Jam Operasional yang panjang.Usahakan buka toko sepagi mungkin dan tutup tidak terlalu sore.Karena yang anda jual adalah kebutuhan sehari-hari dari pagi sampai malam ada saja yang dibutuhkan orang.
17.Jujur.Usahakan selalu menunjukkan kekurangan kalau memang barang yang anda jual ada cacatnya untuk menghindari kekecewaan pembeli.Dalam hal pembayaran selalu teliti kalau memang lebih kembalikan lagi kepada pembeli.Demikain juga apabila ada barang pembeli yang tertinggal simpan untuk dikembalikan.
Toko Kelontong adalah salah satu bisnis yang saat ini banyak di lirik oleh para pebisnis baru. Membuka bisnis toko kelontong tidak perlu modal yang cukup besar dan keahlian khusus namun cukup menjanjikan karena fokusnya adalah penyediaan barang-barang kebutuhan rumah tangga seperti : sembako, alat tulis kantor, serta beberapa perabot rumah tangga lainnya.
Walaupun saat ini sudah banyak minimarket yang berdiri, namun keberadaan toko kelontong tidak surut karena bisnis ini bisa menjangkau tempat yang tidak terjangkau oleh minimarket seperti di perkampungan-perkampungan, gang-gang kecil yang target pasarnya adalah tetangga dan orang di lingkungan sekitar.  Membuka usaha toko kelontong ini cocok sekali untuk Anda yang ingin fokus berada di rumah sekaligus bisa mengurus keluarga.
Bagi setiap orang memulai bisnis seperti membuka toko kelontong menjadi impian yang menggebu, namun tidak sedikit juga yang mengalami keraguan dalam memulainya. Berikut ada beberapa tips membuka usaha toko kelontong :
  • Pilih lokasi yang strategis, usahakan tidak terlalu dekat jarak dengan toko kelontong atau minimarket lainnya karena bisa mendatangkan persaingan yang tidak sehat.
  • Buatlah tempat yang menarik. Anda bisa menggunakan bagian dari rumah Anda seperti garasi atau teras rumah bahkan halaman rumah Anda untuk menekan biaya modal awal.
  •  Gunakan etalase dan susun lah barang-barang dagangan semenarik mungkin. Besarnya etalase dapat Anda perkirakan dari berapa banyak barang yang akan Anda jual.
  • Dapatkan agen atau distributor barang yang lebih murah dan berkualitas.  Anda disarankan untuk mensurvey sendiri beberapa agen atau distributor. Yang perlu Anda ingat adalah jangan terjebak dengan harga murah, kualitas tetap nomor satu.
  • Susunlah daftar barang yang akan disediakan di toko kelontong Anda dan buatlah prioritas barang mana yang akan cepat laku dijual maka Anda harus mempunyai stok yang lebih banyak.
  • Selalu cek ketersediaan barang agar stok selalu tersedia.
  • Komitmen Anda sebagai pebisnis. Selalu datang ke toko dan melayani pelanggan dengan ramah. Walaupun Anda sudah mempunyai karyawan yang membantu, Anda tetap harus berada di toko dan melayani pelanggan, karena pada dasarnya pelanggan lebih suka dilayani oleh si pemilik toko.

    Berapa Biaya Membuka Usaha Toko Kelontong? 

     toko kelontongan peluang usaha yg patut  anda coba, tak perlu keahlian khusus utk memulai usaha ini. Modal utama adalah ketekunan dan keramahan.

    Kenapa harus toko kelontong? Kebutuhan barang-barang pokok seperti sembako, alat tulis kantor, serta beberapa perabot rumah tangga lainnya sering dgn bertambah padatnya perumahan membuat usaha toko kelontong tak  akan sepi peminatnya.

    Target Konsumen
    Toko kelontong termasuk usaha kecil menengah yg lebih fokus dalam menyediakan barang-barang kebutuhan rumah tangga, sehingga yg menjadi target sasaran dalam bisnis ini adalah ibu rumah tangga, anak-anak, hingga bapak diseputar komplek tempat anda membuka toko kelontong.

    Hal yg Dipersiapkan dalam Membuka Toko Kelontong

    Utk membuka usaha toko kelontongan ini yg harus disiapkan adalah etalase dan rak yg digunakan utk memajang barang-barang dagangannya. Besarnya etalase disesuaikan dgn jumlah dan jenis barang yg dijual, dan berapa modal yg ada utk memulai usaha ini.

    Sebagai pemula, jika belum mengenal agen atau distributor dari produk-produk yg akan dijual pemilik bisa langsung mendatangi mereka. Usahakan selalu membeli barang langsung dari distributor atau agen karena harganya jauh lebih murah.

    Susunlah daftar barang yg akan dijual, disesuaikan dgn modal yg ada. Sambil menyusun, buatlah skala prioritas terhadap barang-barang tersebut. Utk barang yg diprediksi akan cepat laku maka stok diperbanyak dan selalu dipersiapkan agar tidak pernah kehabisan.

    Simulasi Keuntungan
    Asumsi pendapatan harian                   Rp 600.000,00
    Omset 1 bulan                                     Rp 600.000,00 x 30     
    = Rp 18.000.000,00

    Pengeluaran
    Belanja stok produk                            Rp 500.000,00 x 30 = Rp 15.000.000,00
    Transportasi                                        Rp 5.000,00 x 30     = Rp    150.000,00
    Listik dll                                              Rp     50.000,00
    Total pengeluaran                                Rp 15.200.000,00

    Keuntungan bersih                               Rp 18.000.000,00 - Rp 15.200.000,00     
    = Rp  2.800.000,00
Salam Sukses!